7/18/2016

Alasan Merapatkan Barisan Shaf Saat Shalat Berjamaah

Alasan Merapatkan Barisan Shaf Saat Shalat Berjamaah
www.rumahzakat.org
Sobat Zakat, sering mendengarkan imam bilang, "Rapatkan shaf," sebelum shalat? Atau pernah merasakan peserta shalat jamaah yang berusaha merapatkan kaki dengan kakimu? Yep, yang begitu jangan dijauhi, Sob.
"Tapi, jadi sempit, Sob,"
Eh, eh, FYI, merapatkan shaf dalam shalat berjamaah itu harus dilakukan loh.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Luruskanlah shaf, rapatkanlah bahu-bahu, dan tutuplah celah. Namun berlemah-lembutlah terhadap tangan-tangan saudara kalian. Dan jangan biarkan ada celah diantara shaf untuk diisi setan-setan. Barangsiapa menyambung shaf niscaya Allah akan menyambungnya, dan barangsiapa memutuskan shaf niscaya Allah akan memutusnya.” (HR. Abu Daud 666 dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

Hadits dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika merapatkan shaf, beliau mengatakan, “Tutup setiap celah shaf, karena setan masuk di antara shaf kalian, seperti anak kambing.” (HR. Ahmad 22263 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

1. Setan bisa mengganggu konsentrasi
Kita kudu tahu bahwa setan bisa masuk ke dalam shaf jamaah shalat. Bukan untuk ikutan shalat jamaah, Sob. Bukan!
Setan masuk ke celah shaf yang nggak rapat untuk menggoda peserta shalat jamaah.

Berikut ini hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Ketika adzan dikumandangkan, setan menjauh sambil terkentut-kentut, sehingga tidak mendengarkan adzan. Setelah adzan selesai, dia datang lagi. Ketika iqamah dikumandangkan, dia pergi. Setelah selesai iqamah, dia kembali lagi, lalu membisikkan dalam hati orang yang shalat: ingat A, ingat B, mengingatkan sesuatu yang tidak terlintas dalam ingatan. Hingga dia lupa berapa jumlah rakaat yang dia kerjakan." (HR. Ahmad 8361, Bukhari 608, Muslim 885 dan yang lainnya).
Nah, loh, yang sering banget ngalamin tiba-tiba inget ini dan itu saat shalat, perlu waspada. Bisa jadi itu karena shaf yang nggak rapat saat berjamaah dan setan berkeliaran di sekitar kita.

2. Setan bisa menimbulkan rasa was-was
Selain mengganggu ingatan dan konsentrasi seseorang saat shalat, setan juga mengganggu kondisi fisik orang yang sedang shalat. Ditimbulkan rasa was-was, seseorang seolah-olah merasa telah berhadas.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menasehatkan kepada orang yang suka was-was dengan hadas ketika shalat, "Sesungguhnya setan mendatangi kalian ketika shalat, lalu dia basahi tempat keluarnya kencing, hingga kalian merasa berhadas (ada kencing yang keluar). Dia juga datang dan menabok dubur kalian, sehingga kalian merasa telah berhadas (kentut). Karena itu, jangan kalian batalkan shalat, sampai mencium bau kentut atau ada yang basah di celana." (HR. Ibnu Abi Syaibah, 8083).

Ketika sudah merasakan setan yang menganggu shalat, mintalah perlindungan pada Allah SWT.
Ketika tiba-tiba ingat ini dan itu jangan malah diikutin sampai nggak fokus lagi shalatnya.

Hadis dari Utsman bin Abil ‘Ash radhiyallahu ‘anhu, Beliau mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengadukan gangguan yang dia alami ketika shalat. Kemudian, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Itu adalah setan. Namanya Khinzib. Jika kamu merasa diganggu, mintalah perlindungan kepada Allah dari gangguannya dan meludahlah ke kiri tiga kali.”
Kata Utsman, “Aku pun melakukannya, kemudian Allah menghilangkan gangguan itu dariku.” (HR. Muslim 2203).

Nggak usah merasa aneh ketika hendak merapatkan antar kaki dan kaki saat shalat berjamaah, Sob. Karena memang itu bukan sesuatu yang aneh, melainkan itu sesuatu yang harus kita lakukan saat shalat berjamaah. Allahu a'lam.

Referensi: dari berbagai sumber

Semoga Sobat hari ini lebih baik dari kemarin, jika ada yang ingin ditanyakan terkait program RZ Cilegon, silahkan isikan komentar dibawah ini
EmoticonEmoticon