7/02/2016

Bersihkan Harta dengan Zakat


Marilah kita senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT, taqwa dalam arti melaksanakan segala perintah dan mencegah segala laranganNya. Bahkan ketaqwaan itu harus kita tingkatkan sehingga kita ini benar-benar tergolong sebagai muttaqien, yaitu orang-orang yang bertaqwa, yang telah diberi janji oleh Allah SWT dengan kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat. Sesungguhnya semulia-mulia manusia disisi Allah SWT adalah orang yang paling bertaqwa kepadaNya.

Zakat adalah salah satu dari bagian rukun Islam yang lima, dan zakat ini merupakan kewajiban setiap muslim yang memiliki kecukupan harta benda yang sudah cukup atau sampai pada nisabnya supaya mengeluarkan sebagian harta bendanya sesuai dengan ketentuan di dalam Agama Islam, untuk membersihkan dirinya dari tanggungjawab amanat Allah SWT berupa harta benda itu. 

Barang siapa yang mengabaikan kewajiban ini, sedangkan ia telah memenuhi aturan secara syar’i, berarti ia telah mengabaikan kewajiban dan berarti telah melakukan dosa besar. Dan diancam dengan siksaan yang pedih kelak di hari kiamat, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Ali-Imran (3) ayat 180 sbb :
Artinya: Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi.

Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Allah SWT berfirman dalam surat Fushshilat (41) ayat 6-7, sbb:
Artinya : Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan (Nya), (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat.
Zakat sering disebut juga sebagai ”Sedekah Wajib”, maksudnya setiap orang kaya atau orang yang berkecukupan diwajibkan mensedekahkan sebagian hartanya kepada orang-orang yang sengsara hidupnya atau fakir miskin.

Allah SWT berfirman dalam surat Adz-Dzaariyaat (51) ayat 19, sbb:
Artinya; Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian.

Mengeluarkan zakat sebagai ibadah wajib lagi suci sesungguhnya untuk menyucikan harta benda kaum hartawan. Tetapi selain itu ada pula maksud-maksud yang lebih luas dari itu ialah menyucikan jiwa kaum hartawan agar bersih dari sifat-sifat bakhil, kikir dan egoistis.

Sebab sudah umum kebiasaan menjadi ciri khas setiap orang yang berharta selalu dihinggapi oleh bibit-bibit kebakhilan itu. Maka dengan peraturan zakat ala Islam, kebakhilan orang kaya berangsur- angsur menjadi berkurang dan bisa juga hilang. Disitulah letaknya hidayah zakat yang sasarannya adalah agar manusia muslimin dan muslimat suci lahir dan bathin, suci harta benda dan diri kita.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat At-Taubah (9) ayat 103, sbb:
Artinya : Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.



Semoga Sobat hari ini lebih baik dari kemarin, jika ada yang ingin ditanyakan terkait program RZ Cilegon, silahkan isikan komentar dibawah ini
EmoticonEmoticon