7/15/2016

Cara Menjadi Orang yang Bertanggung Jawab

Cara Menjadi Orang yang Bertanggung Jawab
www.rumahzakat.org

Hampir setiap orang ingin hidup bahagia tanpa harus banyak berusaha. Pada kenyataannya, sikap bertanggung jawab akan membuat hidup Sobat lebih berarti dan menjadi kesempatan untuk mengembangkan karakter, menjalin hubungan yang bermakna, dan mencapai keberhasilan dalam bekerja. Jangan biarkan hewan peliharaan Sobat mati kelaparan karena beberapa hari lupa diberi makan. Lakukan beberapa langkah berikut agar bisa menjadi orang yang bertanggung jawab.

Berikut langkah-langkah untuk menjadi orang bertanggungjawab:

1. Ketahuilah bahwa tanggung jawab berhubungan dengan kewajiban, bukan hak.
Jika seseorang merasa ragu saat ingin memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada Sobat, mungkin karena selama ini Sobat kurang peduli dalam memenuhi kewajiban yang menjadi tanggung jawab Sobat. Mungkin Sobat berpikir, “Tanggung jawab saya saat ini sangat kecil/membosankan/sepele/dll. Jika tanggung jawab saya lebih menantang, pasti saya akan lebih bersungguh-sungguh”. Ini adalah karakter orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka hanya mau melakukan hal-hal baru selama masih cukup menantang dan menyenangkan. Setelah itu, mereka akan patah semangat karena kehilangan minat.
2. Buktikan bahwa Sobat bisa melakukan hal-hal kecil dengan baik sehingga pantas menerima tanggung jawab yang lebih besar, baik di tempat kerja, di sekolah, atau saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
3. Hentikan kebiasaan mencari-cari alasan.
Dalam situasi apa pun, selalu ada hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab mudah sekali mempersalahkan hal tersebut dan menjadikannya sebagai alasan. Setiap kali Sobat mulai mencari alasan, misalnya, “Saya tidak bertanggung jawab atas hal ini karena…”, Sobat sebenarnya sedang menyatakan “Saya tidak bertanggung jawab”. Perhatikan baik-baik cara Sobat berpikir dan berbicara: apakah Sobat sadar bahwa Sobat sedang mencari alasan? Walaupun bentuknya bisa bermacam-macam, alasan yang paling umum adalah “Saya ingin/seharusnya sudah melakukan…, tetapi…“.
o Ubahlah kata-kata yang Sobat ucapkan begitu tersadar bahwa Sobat sedang mencari alasan. Akuilah “mengapa” Sobat gagal mencapai sesuatu. Apakah karena terlalu malas, sangat lelah, atau karena ingin melakukan kegiatan lain yang lebih menyenangkan? Tidak apa-apa mengakui kegagalan. Malahan, akan lebih baik jika Sobat mengakui penyebab kegagalan yang sebenarnya sebelum melakukan yang seharusnya.
4. Akuilah kesalahan Sobat. Memperbaiki kesalahan adalah cara yang lebih baik untuk bertanggung jawab.
Cara ini bisa membantu Sobat memanfaatkan waktu sebagai pengalaman belajar yang sangat berharga untuk mengubah diri sendiri. Selain itu, masa depan Sobat tidak akan sia-sia dengan memastikan bahwa Sobat tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Salah satu aspek penting dalam menerima tanggung jawab adalah kemampuan untuk mengatakan, “Saya sudah berbuat salah dan tidak akan melakukannya lagi”.

Jika Sobat mengalami situasi yang sama, ingatlah kesalahan yang pernah Sobat lakukan dan jangan memilih cara yang sama.
5. Jangan menyalahkan orang lain saat menghadapi masalah.
Cara lain untuk menerima tanggung jawab adalah dengan berhenti menyalahkan orang lain. Katakan kepada diri sendiri bahwa Sobat gagal dalam tes matematika karena tidak belajar, bukan karena dibenci guru; Sobat berselingkuh karena keputusan Sobat sendiri, bukan karena kekasih yang kurang perhatian; Sobat terlambat masuk kantor karena terlambat berangkat, bukan karena kemacetan lalu lintas.
Kehidupan terkadang terasa tidak adil dan sebagian orang menjalani hidup yang lebih keras ketimbang Sobat. Boleh saja Sobat menyalahkan orang tua karena kurang memberikan kasih sayang dan bimbingan sehingga Sobat salah jalan, tetapi kehidupan Sobat tidak bisa berubah sampai Sobat mengambil tindakan untuk mengubahnya.
6. Berhentilah mengeluh.
Mengeluh adalah perbuatan sia-sia yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Jika Sobat hanya bisa mengeluh tentang atasan, cuaca, atau mahalnya harga secangkir kopi di hotel bintang lima, kehidupan Sobat sulit berkembang. Mengeluh adalah cara lain untuk menyalahkan kehidupan karena masalah yang Sobat alami, alih-alih mengambil inisiatif untuk mencari tahu apa yang bisa Sobat ubah. Mungkin Sobat tidak bisa mengubah harga secangkir kopi di hotel bintang lima, tetapi Sobat bisa membeli mesin penyeduh kopi dan meraciknya sendiri supaya harganya lebih murah.

Setiap kali mulai mengeluh, ingatkan diri sendiri agar segera berhenti dan mengatakan hal yang positif. Sobat akan terkagum-kagum betapa besarnya pengaruh kebiasaan ini dalam mengubah pola pikir.
7. Jangan menganggap diri Sobat sebagai korban.
Kehidupan ini diciptakan bukan supaya Sobat susah. Jika ingin menjadi orang yang bertanggung jawab, jangan lagi berpikir bahwa semua orang ingin agar Sobat gagal atau terlihat buruk. Polisi menilang Sobat bukan karena ia bertugas menghukum Sobat, tetapi karena Sobat melanggar aturan lalu lintas. Atasan menunda kenaikan gaji bukan karena ingin melihat Sobat kecewa, tetapi karena performa kerja Sobat kurang baik atau perusahaan tidak mampu membayar.
8. Terimalah hal-hal yang tidak bisa Sobat kendalikan.
Sama halnya dengan menyadari pentingnya bertanggung jawab atas setiap tindakan, Sobat juga harus memahami bahwa ada beberapa hal dalam kehidupan ini yang tidak bisa Sobat kendalikan. Sobat tidak bisa bertanggung jawab atas masalah teman Sobat yang kecanduan alkohol, Sobat tidak bisa bertanggung jawab atas kegagalan perusahaan kecuali hal ini terjadi semata-mata karena kesalahan Sobat, masalah teman sekamar yang terlambat membayar sewa juga bukan tanggung jawab Sobat. Berfokuslah pada apa yang bisa Sobat kendalikan dan jangan berusaha memperbaiki semua masalah yang terjadi sehari-hari agar tidak sakit kepala.
Sumber : id.wikihow.com

Semoga Sobat hari ini lebih baik dari kemarin, jika ada yang ingin ditanyakan terkait program RZ Cilegon, silahkan isikan komentar dibawah ini
EmoticonEmoticon