7/02/2016

Selalu Mengingat Allah Setiap Waktu


Imam al Ghazali Rahimahullah di dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin membuat perumpamaan shalat. Beliau menyatakan: “Perumpamaan orang yang mendirikan shalat secara hakekat lahir saja dengan mengabaikan hakekat shalat batinnya, bagaikan seseorang yang menghadiahkan seorang putri yang sudah mati, tidak bernyawa lagi, kepada seorang Raja Agung. Dan perumpamaan orang yang lupa dalam mendirikan hakekat shalatnya yang lahir, bagaikan seseorang yangmenghadiahkan seorang putri yang putus kaki tangannya dan buta pula matanya, kepada seorang Raja. Kedua orang ini akan dimurkai oleh raja disebabkan hadiahnya. Mereka akan disiksa dan dianiaya oleh raja, karena menghina kedudukan raja dan mengabaikan haknya.

Karena ada dua hal mendasar dalam shalat. Ada yang bisa dilihat secara lahir dan ada yang tersirat. Shalat seseorang itu tidak dianggap sempurna melainkan dengan menerapkan kedua hal ini sekaligus. Adapun dasar yang dapat dilihat secara lahir adalah seperti gerakan berdiri, membaca Al Fatihah, rukuk, sujud dan gerakan dalam shalat lainnya. Sedang dasar batin adalah khusyu’, hadirnya hati, keikhlasan yang sempurna, meneliti dan memahami makna-makna bacaan shalat, tasbih, dan yang semisalnya.

Selanjutnya Imam Ghazali Rahimahullahu berkata: “Perumpamaan itu sama dengan anda yang menghadiahkan shalat kepada Allah. Waspadalah, jangan anda menghadiahkan shalatmu dengan sifat-sifat itu, sehingga anda patut menerima siksaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala”. Demikian maksudnya.

Karenanya, supaya shalat ini utuh, terdiri dari jasad dan ruh, maka kita harus bisa menghadirkan ruh di dalam pikiran dan hati kita disaat shalat. Sebab itu sering dikatakan, “janganlah seorang shalat di masjid tapi hati dan pikirannya melayang kemana-mana, tidak tertuju kepada Allah Ta’ala”. Shalat juga diterjemahkan dengan do’a jika dilihat dari asal kata bahasa arabnya. Tapi bagaimana dikatakan itu doa sedangkan di dalamnya tidak ada dzikrullah?! Jangan ada sebuah doa yang dilantunkan dengan indah dan baik, tapi hatinya lalai dari mengingat Allah Azza Wajalla. Sebab itu Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya Aku Ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain aku, maka sembahlah Aku dan Dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”. (Thaha: 14)

Shalat adalah bagian dari cara Allah untuk member petunjuk kepada kita. Allah memberikan pengajaran kepada kita melalui gerakan-gerakan dalam shalat, baik saat berdiri, rukuk, sujud menyembah, atau saat duduk. Oleh sebab itu, mari kita pelajari apa yang Allah ajarkan kepada kita agar shalat dapat memberikan bekas dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat membentengi kita dari perbuatan keji dan munkar.



Semoga Sobat hari ini lebih baik dari kemarin, jika ada yang ingin ditanyakan terkait program RZ Cilegon, silahkan isikan komentar dibawah ini
EmoticonEmoticon