8/29/2016

Menjawab Panggilan Allah Tepat Waktu


Awal shalat ditandai dengan berkumandangnya azan, tetapi sering kita temukan, baik itu di pasar, dikantor, atau tempat-tempat lain masih saja mereka yang mengaku umat muslim sibuk dengann urusannya masing-masing. Mereka tidak bergegas memenuhi panggilan azan untuk shalat, bahkan ada juga dari mereka yang benar-benar melalaikan sholat lima waktu.

Menjawab Panggilan Allah Tepat Waktu
www.rumahzakat.org

Shalat di awal waktu adalah amalan yang paling utama di sisi Allah.
Dari Abdullah Ibnu Mas’ud, ia berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah tentang amalan yang paling utama, beliau menjawab: “Shalat di awal waktunya.” (HR. Imam Al Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda : “…Seandainya orang-orang mengetahui pahala azan dan barisan (shaf) pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR. Bukhari).

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Salah seorang di antara kalian senantiasa (terhitung) di dalam shalat selama ia tertahan oleh shalat, tidak menghalanginya untuk kembali kepada keluarganya kecuali shalat” (HR Muslim).

Dalam hadis lain diungkapkan, “Sesungguhnya salah seorang di antara kalian (terhitung) di dalam shalat selama tertahan oleh shalat sedang para malaikat mendoakan mereka: ‘Ya Allah, ampunilah dia; ya Allah rahmati dia, selama dia tidak berdiri dari tempat shalatnya atau berhadas (batal wudhunya)”. (HR. Bukhari).

Rasulullah SAW. telah menjelaskan bahwa shalat menghapus kesalahan. “Bagaimana pendapatmu jika ada sungai di depan pintu rumah di antaramu, mandi di sana lima kali sehari, apakah masih ada daki di tubuhnya?” Mereka menjawab, “Tidak ada, ya Rasulallah.” Sabda Nabi, “Itulah perumpamaan shalat lima waktu, Allah menghapus kesalahan dengan shalat.” (Bukhari dan Muslim)
Berikut beberapa hadits dari Rasulullah SAW tentang kafirnya orang yang meninggalkan shalat, antara lain:

Hadits Jabir r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Batas antara kufur dengan seseorang adalah shalat.” (Muslim, Abu Daud, At Tirmidziy, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Hadits Buraidah, berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Perjanjian antara kami dengan mereka adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkannya, maka ia kafir.” (Ahmad dan Ashabussunan)

Hadits Abdullah bin Syaqiq Al-‘Uqailiy, berkata, “Para shahabat Nabi Muhammad saw. tidak pernah menganggap amal yang jika ditinggalkan menjadi kafir selain shalat. (HR. Tirmidzi, Hakim, dan menshahihkannya dengan standar Bukhari Muslim)

Ibadah yang dijadikan Allah sebagai barometer hisab amal hamba-hamba-Nya di akhirat, adalah shalat “Awal hisab seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Apabila shalatnya baik maka seluruh amalnya baik, dan apabila buruk maka seluruh amalnya buruk.” (HR. At-Thabrani)

Azan yang berkumandang adalah panggilan dari Allah untuk kita, agar kita segera menunaikan kewajiban kita kepada-Nya, yaitu shalat, kita diciptakan-Nya untuk mengabdi kepada-Nya, seperti yang tertulis dalam firman-Nya disurah Adz Dzariyat ayat 56 : ”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku/mengabdi kepada-Ku”

Apabila kita menunda-nunda shalat, maka secara tidak langsung kita telah menyuruh Allah untuk menunggu kita, pantaskah kita melakukannya?? Menyuruh Tuhan yang menciptakan kita dan memenuhi semua hajat kebutuhan kita untuk menunggu kita, disaat Ia memanggil kita untuk menunaikan kewajiban kita pada-Nya? Pantaskan kita menyuruh-Nya menunggu kita menyelesaikan pekerjaan dan atau urusan duniawi kita terlebih dahulu? Sedangkan, yang sebenarnya adalah, kemapuan kita bekerja, beraktifitas, berkarya, itu semua adalah karena Karunia dan Kemurahan-Nya? Dan bukankah kita masih bisa tetap berada didunia ini, juga atas ijin-Nya? Lalu mengapa masih ada dari kita yang bila Allah memanggil untuk menunaikan kewajiban kita pada-Nya, kita sering menunda-nunda memenuhi panggilan-Nya? Bahkan yang paling parah, ada dari kita yang benar-benar melalaikan kewajiban kita pada-Nya karena sibuk mencari dunia.

Saat azan berkumandang, janganlah kita katakan kepada shalat, “Aku sedang sibuk,” tetapi katakanlah kepada kesibukkan kita, “Waktu shalat telah tiba!” Mari kita semua mulai membiasakan diri untuk shalat pada awal waktu, tunaikanlah shalat pada waktunya. Janganlah memajukkan waktu shalat karena kita sedang menganggur, dan jangan menundanya karena kita sedang sibuk.

Sekarang mari kita tanyakan dengan jujur pada diri kita sendiri, sudahkah kita benar-benar mengupayakan untuk selalu shalat diawal waktu shalat? Bila belum, usahakanlah untuk melaksanakannya dengan sepenuh hati. Percayalah, bila kita melakukannya dengan tulus ikhlas karena Allah, maka hal tersebut akan membawa perubahan besar dalam hidup kita.



Semoga Sobat hari ini lebih baik dari kemarin, jika ada yang ingin ditanyakan terkait program RZ Cilegon, silahkan isikan komentar dibawah ini
EmoticonEmoticon