8/31/2016

Zakat Pembawa Berkah


Allah SWT memerintahkan kepada umat Islam untuk mengeluarkan sebagian hartanya untuk menyalurkan zakat kepada mustahik yang berhak menerimanya. Antara lain; para Fakir dan Miskin, Pengurus Zakat, Orang yang berhutang, Orang yang berjuang di jalan Allah (Sabilillah), Orang yang sedang dalam perjalanan (ibnu sabil) yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya. Ada ayat 27 di dalam alqur’an yang memerintahkan shalat yang diiringi dengan kewajiban membayar zakat untuk membersihkan, mensucikan dan mengembangkan harta yang dimilikinya. Allah berfirman di dalam Al-Qur’annul qarim: “Khudd min amwalihimshodaqotan tuthohhiru hum watuzakkiihim bihaa” Ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka (QS. At Taubah : 103).

Zakat Pembawa Berkah
www.rumahzakat.org

Dari harta seseorang, ada hak orang lain yang harus diberikan karena tujuan zakat itu akan membawa kesejahteraan umat. Dr Yusuf Qordhawi mengatakan bahwa zakat dan pajak merupakan harta amanah yang harus disalurkan tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan. Penyaluran zakat mal yang dibagi dalam delapan sanad yang tertera didalam Al Qur’an surat At Taubah ayat 60, terutama zakat fitrah yang sasarannya untuk fakir miskin yang bertujuan untuk menggembirakan mereka pada Hari Raya Idul Fitri.

Ada rahasia Allah mengapa kita umat Islam dianjurkan untuk membayar zakat:
Pertama ; Zakat dapat membersihkan jiwa dari sifat kikir. Zakat ini akan dapat membersihkan jiwa dari sifat kikir dan bakhil, serta membersihkan diri dari dosa-dosa. Zakat Fitri, shadaqah-shadaqah lain, serta infak, baik wajib maupun sunat, semuanya juga merupakan ibadah yang membersihkan jiwa dan harta dari kotoran-kotaran dosa.

Kedua; Zakat dapat mengobati hati dari cinta kepada dunia. Zakat dari segi lain, merupakan obat, agar hati jangan tenggelam kepada kecintaan akan harta dan kepada dunia secara berlebih-lebihan. Karena sesungguhnya tenggelam kepada kecintaan dunia, sebagaimna dikemukakan oleh ar Razi, dapat memalingkan jiwa dari kecintaan kepda Allah dan ketakutan kepada akherat. Kecintaan berlebihan kepada dunia dapat menyebabkan tumpul mata hatinya, tidak mampu berpikir jernih.

Ketiga; Zakat dapat mengembangkan kekayaan batin. pengalaman zakat akan mendorong manusia untuk menghilangkan keegoisan sebaliknya menimbulkan jiwa yang besar dan menyuburkan perasaan optimisme dalam menjali kehidupannya. Siapapun yang rajin berzakat , pasti akan dijauhi dari sifat dengki, dan iri hati, ia selalu berprasangka baik kepada orang lain.

Keempat; Zakat dapat mengembangkan harta. Zakat tidaklah mungkin mengurangi harta , Ibnu Baththol mengatakan, “Janganlah engkau menyimpan-nyimpan harta tanpa mensedekahkannya (menzakatkannya). Janganlah engkau enggan bersedekah (membayar zakat) karena takut hartamu berkurang. Jika seperti ini, Allah akan menahan rizki untukmu sebagaimana Allah menahan rizki untuk para peminta-minta.

Kelima; Zakat dapat menarik simpatik kepada Masyarakat. pengelolaan yang dana zakat yang profesional dan juga program pendayagunaan yang unggul, dampaknya terasa signifikan oleh masyarakat, dengan tiga pilar sakti: penghimpunan, pengelolaan dan pendayagunaan secara syari’at, sehingga masyarakat tidak ragu lagi menyalurkan zakat melalui lembaga.

Keenam; Zakat mal agar kehidupan bermasyarakat semakin baik guna mengurangi kesenjangan hidup antara orang kaya dan orang miskin. Perintah zakat, pada dasarnya, merupakan sebuah upaya agar harta kekayaan dapat terdistribusi di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya mengumpul di kalangan orang-orang kaya saja, karena Islam tidak menginginkan harta kekayaan tersebut hanya beredar dikalangan tertentu saja dalam masyarakat. Zakat akan menghapus sistem ekonomi yang kapitalistik. Dengan zakat, kelompok masyarakat miskin akan terhindar dari penindasan ekonomi dan penindasan peluang berusaha

Nabi SAW bersda didalam haditsnya: “Maa amana rojulun baata Sya’baana wadjaaruhu djaa ‘i’un ilaa djaanibihi wahuwa ya’lamu” zakat fitrah untuk mensucikan orang yang berpuasa dari pembicaraan yang sia-sia dan keji dan untuk menjadi makanan bagi orang miskin (HR. Imam Abu Daud). Semoga zakat yang kita salurkan kepada mustahik ini dapat bermasfaat bagi kehidupan fakir miskin yang ada disekitar kita. Amin ya Robal’alamin.

Mari berzakat dengan mudah, cukup klik >> www.sharinghappiness.org
Sumber: kompasiana.com


Semoga Sobat hari ini lebih baik dari kemarin, jika ada yang ingin ditanyakan terkait program RZ Cilegon, silahkan isikan komentar dibawah ini
EmoticonEmoticon