6/22/2017

Raisa, Cah Angon Yang Ingin Banyak Menghatamkan Al-Qur’an



Cikeusal. Kamis (22/7) tak banyak orang yang tau keseharian Raisa. anak kelas VIII disalah satu sekolah MTs swasta ini ternyata mempunyai dua profesi. selain sebagai pelajar dia juga berprofesi sebagi pengembala kambing. anak yang selalu ceria ini tidak pernah malu ketika bercerita kepada relawan Rumah Zakat dimushola pasir kakapa yang juga digunakan sebagai tempat mengaji anak-anak setiap sore.

Dalam ceritanya Raisa menuturkan. jarak dari rumah kesekolah kurang lebih 3 kilo meter dan selalu ditempuh dengan berjalan kaki, setelah pulang sekolah saya tidak tidur siang seperti teman-teman akan tetapi bantu orang tua ngangon kambing. Alhamdulillah ada 3 ekor kambing yang saya angon. kata ibu kambing ini buat bekal Raisa sekolah sehingga ketika ibu tidak punya uang untuk biaya sekolah, Raisha bisa menjualnya. ucapnya dengan mata berkaca-kaca. 

Sehari-hari, Rasimah ibunya bekerja sebagai buruh tani yang hanya dibayar Rp. 15.000 rupiah setiap hari. tak jarang kebutuhan sehari-harinyapun sering meminjam kepada tetangganya. jangankan untuk membeli Al’qur’an baru untuk makan sehari-hari saja masih harus berusaha keras supaya bisa mendapatkan uang. sementara suaminya telah meninggal 3 tahun yang lalu karena penyakit struk.

Kata ibu, walaupun kita berada dalam kondisi keterbatasan tidak boleh patah semangat untuk belajar menuntut ilmu kususnya membaca dan mempelajari al-qur’an.  meskipun hanya menggunakan mushaf yang sudah lusuh tapi harus banyak-banyak menghatamkan alqur’an. ujar gadis yang bercita-cita ingin jadi dokter ini.

Terimah kasih Rumah Zakat atas Al-qur’an barunya semoga diakhir Ramadhan ini Raisa lebih semangat lagi untuk membacanya dan mampu merampungkan membaca sebanyak 3 kali khatam Al-qur’an dan insyaallah sebelum takbiran bisa diselesaikan. tutupnya.

Sebagai informasi mushola Pasir Kakapa yang berada dikampung Pasir Kakapa RT 006/003 ini bangunannya masih panggung hal ini dikarenakan masyarakat tidak mampu untuk membangunnya sendiri karena rata-rata keseharian mereka sebagai buruh tani. meskipun sawahnya luas akan tetapi bukan milik mereka sendiri tapi dimiliki oleh-orang-orang kota.

Kontributor: Relawan Inspirasi Cikeusik

Semoga Sobat hari ini lebih baik dari kemarin, jika ada yang ingin ditanyakan terkait program RZ Cilegon, silahkan isikan komentar dibawah ini
EmoticonEmoticon