10/09/2017

Magfiroh Ingin Menjadi Ustadz(ah) Meneruskan Perjuangan Mendiang Bapaknya

Magfiroh

Magfiroh adalah putri ke 3 dari 6 bersaudara, dari pasangan Nasiroh  dan Ust. Jahidi (alm).

Firoh begitu teman-temannya menyapa, ditinggal  Bapaknya sejak masih duduk dikelas 2 SD sekarang ia sudah masuk kelas 5 SD, dia bercita-cita menjadi seorang Ustdzah meneruskan perjuangan Ayah.

“Saya ingin menjadi ustadzah meneruskan perjuangan mendiang Bapak”, jawabnya saat ditanya cita-citanya.
Firoh berasal dari keluarga yang sederhana,namun dengan kesederhanaan itu tidak membuat Ia berputus asa,  Magfiroh rajin bersekolah dan mengikuti kegiatan pembinaan yang diadakan oleh Rumah Zakat dua kali pertemuan setiap bulannya.

“Firoh anaknya rajin, setiap bulannya selalu hadir untuk mengikuti pembinaan di LKP Adenis Jerang Permai”, jelas Mimi, Mentor wilayah pembinaan Cibeber_Karangasem.

Kemarin tepatnya hari Ahad, 08 Oktober 2017, Firoh diajak jalan-jalan ke Villa Ternak Cikerai untuk berwisata dan belajar mengenal berbagai macam hewan yang ternyata tempat tersebut berada di kampung dimana dulu Bapaknya dilahirkan.

Magfiroh (kanan) menunjukan hasil latihan bercocok tanam bibit kangkung

“Saya sangat senang sekali karena baru pertama kalinya saya masuk di Villa Ternak padahal tempat wisata itu adalah tempat kelahiran Bapak saya”. aku Firoh.

Firoh sendiri saat ini tinggal bersama ibu dan saudara kandungnya di lingkungan Karotek RT 03/02 Kelurahan Kalitimbang Kecamatan Cibeber.

Firoh bersama delapan temannya diajak berkeliling Villa Ternak dari mulai menanam bibit kangkung, melihat macam-macam hewan sampai ke tempat pacuan kuda. Setelah puas mereka makan siang di Resto Villa Ternak.
Magfiroh (kanan) saat menikmati makan siang

“Yang sangat berkesan saya merasakan naik di punggung kuda walaupun saya tidak sendiri, karena saya masih takut tapi setelah sekali naik jadi mau lagi tapi waktu sudah habis untuk mengelilingi tempat wisatanya”. Katanya.

Firoh selain berwisata juga diajak kesalah satu pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan sekolah dan sehari-hari dirumah, lucunya saking semangatnya diajak belanja ia terlalu banyak ambil barang sehingga pas dibayar kekasir uangnya tidak cukup.

“saya ambil alat tulis, perlatan mandi untuk dirumah dan makanan ringan pas ke kasir bayarnya kurang tapi alhamdulillah kekurangannya dibayarin sama Bapak pembimbing dari Rumah Zakat Cilegon walaupun sedikit ada rasa malu” cerita Firoh.

Setelah kegiatan berwisata dan belanja selesai Firoh melanjutkan ke LKP Adenis untuk mengikuti kegiatan pembinaan yang kebetulan dilaksanakan pada siang hari itu.


Semoga Sobat hari ini lebih baik dari kemarin, jika ada yang ingin ditanyakan terkait program RZ Cilegon, silahkan isikan komentar dibawah ini
EmoticonEmoticon