7/04/2018

SABAR DAN IMAN


Kita ketahui bersama Sabar merupakan bagian dari iman, sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu'Alaihi Wasallam (Diriwayatkan Abu Nu’aim), " Sabar itu sebagian dari iman "

Iman mempunyai da unsur yaitu; yakin dan sabar. Yakin adalah pengetahuan yang sudah pasti terhadap dasar agama yang pondasinya dari wahyu, sedangkan sabar adalah pratek dari sebuah keyakinan itu. Apabila mudarat atau kerugian suatu maksiat serta manfaat kepatuhan kepada Allah Subhannahu Wa Ta'ala diketahui maka upaya untuk menjauhi maksiat dan mengamalkan perintah itu dilaksanakan atas dasar kesabaran. Dari sisi ini, sabar merupakan sebagian dari iman.

Hubungan antara sabar dan iman, menurut Ali bin Abi thalib, laksana kepala dengan badan, badan tidak berarti tanpa kepala. Keterkaitan sabar dengan iman mengakibatkan kadar kesabaran menjadi bertingkat-tingkat sebagaimana kadar iman. Sabar terbagi atas tiga tingkatan, yaitu: sabar orang awam (Tasabbur), yakni menerima hukuman Allah Subhannahu Wa Ta'ala; sabar orang yang menjalani tarekat, yakni terbiasa dengan sabar; dan sabar orang arif ( istibar), yakni merasa lezat dengan bala dan merasa rela dengan ikhtiar Allah Subhannahu Wa Ta'ala atas dirinya.

Firman Allah seperti berikut ini : 
"Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (Al-Baqarah: 177).

Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa sanya sifat sabar dapat menjadi tolak ukur keimanan seseorang. Dengan kesabaran semua masalah akan terasa ringan. Banyak dari kita bunuh diri saat mereka tidak memiliki sifat sabar, dimana saat di pecat dari kantor, hutang yang menumpuk, dan masih banyak lagi , yang akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Sebab mereka tidak lah memiliki iman dan tidak lah bersabar dalam menghadapi semua masalah yang ada.
Tidak banyak juga orang kaya bunuh diri, padahal dia memiliki mobil 5, rumah 5, dan segala yang berkaitan dengan dunia, karena tidak memiliki keimana maka dia memilih untuk mengakhiri hidup, sebab tanpa iman dan kesabaran maka kebahagian tidak akan kita dapat.
Sumber: sabarhadi.com

Semoga Sobat hari ini lebih baik dari kemarin, jika ada yang ingin ditanyakan terkait program RZ Cilegon, silahkan isikan komentar dibawah ini
EmoticonEmoticon